Isnin, 30 Januari 2012

Kejam Success


Tenggelam dalam kesayuanku seorang 
Biarpun dulu berjanji bersama 
Ucap rayuanmu kau putarkan 
Sehingga kini masih kupercaya 

Rindu dan dendam menjadi pegangan 
Tak mungkin kulepaskan 
Biarpun terluka dalam dada 
Kata-katamu menghiris hatiku 

Di dalam sendu 
Aku tatapi potret-potret wajahmu 
Hingga kuterbayang kenangan bersamamu 
Di saat-saat bahgia 

Kau kejam dan hukum segalanya padaku 
Engkau kelar hatiku pada cinta 
Waktu kau masih kucintai 

Lemas kala mengingatimu 
Terpedaya 
Engkau memaksa hatiku berubah 
Kalut di fikiran tak terperi 
Di dalam resah engkau kupisahkan 
Engkau ku pisahkan...

Doa Buat Kekasih Ramli Sarip, Feat: Khatijah Ibrahim


Andainya aku bertanya
Padamu tentang bahagia
Di mana nilai setia
Di manakah puncak cinta

Mahukah engkau mengerti
Harapan serupa mimpi
Ianya dapat terjadi
Atau hilang tak berganti

Sejarah mengajar kita
Menjadi lebih dewasa
Meniti arus angkara
Lupakan kisah yang lalu
Teguhkan tugu imanmu
Doaku buat kekasih

Yang dulu usah dirindu
Hilangkanlah dari hatimu
Doaku buatmu kekasih

Yang dulu usah dirindu
Hilangkanlah dari hatimu
Doaku buatmu kekasih

Ewan Fantasia Musim Cinta



Kugenggam awan kelabu
Kugapai langit yang biru
Arah kita kian bersatu
Tinggalkan rindumu

Langkah kita makin hampir
Ku tahu kau menunggu ku
Dihujung titik menantilah aku
Alam mimpi

( korus )
Bulan bintang sang suria
Bagai saksi janji kita
Mengisi hari-hari
Yang indah ini...
Gunung akan kudaki
Lautan akan kurenangi
Dengan memburu mimpi
Yang pasti...

( 1 )
Pintu kini telah terbuka
Kita pasti langkah bersama
Fantasia musim berakhir
Cinta pun berpadu

( 2 )
Hari hari yang berlalu
Menjelma bukanlah mimpi lagi
Umpama sungai dan tebing
Seiring sehati dan sejiwa

( solo )

( ulang korus, 1 & 2 )

ST 12 – Jangan Pernah Berubah



Biarkan waktu teruslah berputar
Mencintai kamu penuh rasa sabar
Meski sakit hati ini kau tinggalkan
Ku ikhlas ‘tuk bertahan

Cintaku padamu begitu besar
Namun kau tak pernah bisa merasakan
Malah kini kau ucapkan selamat tinggal
Membuat keresahan
Reff:[*]

Meninggalkanku tanpa perasaan
Hingga ku jatuhkan airmata
Kekecewaan ku sungguh tak berarah
Biarkan ku harus bertahan
[**]

Jangan pernah kau coba untuk berubah
Tak relakan yang indah hilanglah sudah
Jangan pernah kau coba untuk berubah
Tak relakan yang indah hilanglah sudah
Back to Reff:[*] , [**]

Jangan pernah kau coba untuk berubah
Ku relakan yang indah dalam hatinya

Intan Sarafina Kembali


Ku singkap tirai kenangan
Dalam jiwa kepasrahan
Senandung rindu seolah berlagu
Kembali mengusik hati nan lara... ha...

Cinta yang makin terpendam
Dalam meniti usia
Kini kembali berputik di hati kita
Yang kian di tinggalkan jauh oleh masa
Mungkinkah terulang

( korus 1 )
Dalam kesamaran
Kita pernah mencari sebuah erti
Pengorbanan suci dan sering itulah
Kita terpedaya...

( korus 2 )
Kerna jalanan hidup kita berbeza
Penuh onak ranjau yang sering menduga
Bagaikan mimpi-mimpi di kesiangan hari
Melangkah jauh di persada cinta
Cuba bersama terpaksa jua berpisah

Ku ingin engkau kembali
Namun masih ku tak pasti
Masa nan lalu
Mendewasakan diri dari mengulangi
Kesilapan semalam biarkan berlalu

( ulang dari korus 1 )

Irwansyah – Camelia



Camelia maafkanlah aku

Karena ku tak bisa temani tidurmu

Camelia lupakanlah aku

Jangan pernah lagi kau temui aku
Kau wanita terhebat

Yang pernah singgah di hatiku

Kau wanita yang tegar

Aku mohon lupakan aku
[*]

Sudahlah jangan menangis lagi

Ku rasa cukup sampai di sini

Mungkin di suatu saat nanti

Kau temui cinta yang sejati
[**]

Sudah cepat lupakanlah aku

Jangan pernah ungkit masa lalu

Ku takut kekasihku pun tahu

Kau pernah menjadi simpananku
Camelia…
Kau wanita terhebat

Yang pernah singgah di hatiku
Back to [*][**]
Back to [**]
Camelia…

Siti Nurhaliza Purnama Merindu



Bermaknakah tiap baris kata-kata
Ataukah hanya dibibir saja
Bersungguhkah rindu yang engkau pamerkan
Ataukah sekadar hanya lakonan

Rindu... telah melekat dalam hatiku
Walau awan berlalu
Rinduku... tak berubah... arah

Purnama mengambang... cuma berteman
Bintang berkelipan dan juga awan
Siapa tahu...
Rindu yang mencengkam di hatiku

Aku meminta pada yang ada
Aku merindu pada yang kasih
Aku merayu padamu yang sudi... merindu ku

Purnama mengambang berbagai warna
Bila embun pun datang bintang purnama
Tinggallah aku sendirian bertemankan malam sepi

Aku meminta pada yang ada
Aku merindu pada yang kasih
Aku merindu padamu yang sudi memujuk

Hiaskanlah cinta di jari manisku
Sinarkan bagai gemerlap kencana
Tandakanlah kasih dimercu kalbu
Serikanlah purnama yang merindu

usang rahim maarof


Helaian daunan
Yang gugur dari pohon
Mengingatkan daku
Saat dikau berlalu
Sesepi tangkaimu
Begitulah hatiku
Terasing sendiri
Meniti hari

Sejauh manakah
Terdaya ku meredah
Melepaskan diri
Dari belenggu ini
Dipanggang dibakar
Ia takkan pudar
Seraut wajahmu Ku rindu

Memori yang usang
Bagai bara merah
Kurasa hangat bahang
Yang menujah (menyala)

Memori yang usang
Mengekori langkah
Diusir dibuang tak terpadam

sayangnya hatimu
Sepejal tembok batu
Tak bisa dirayu
Dengan airmatamu

Terbuku di hati
Dengan kedegilanmu
Tak daya ku tawan semula
La.. La... Oh... Oh...
La... La... Oh... Oh...
La... La... La... La...
Oh... Oh... Oh... Oh...

Fotograf - Luka Seribu Rindu


Api dah menjadi bara
Bara menjadi debu
Mawar indah nan setangkai
Layu dan berguguran

Begitulah ibarat cinta
Terjalin sementara
Madu tak sempatku rasa manisnya
Pahit barganti
Terpaksa ku telan jua

Aku bagaikan tawanan
Di dalam perang rindu
Asyik berganti derita
Cinta tak kesudahan

Mesranya tingkahmu
Disamping dirinya
Menambah luka di hatiku
Senyumanmu di samping orang ketiga
Bagaikan sembilu
Menusuk di hatiku

Hati ku sakit tak tertahan lagi
Kasih
Sudahnya begini
Cinta suci nan sejati
Kemanakah hala
Yang akan kubawa
Hati sarat luka seribu rindu
Dia yang menanti
Setiaku menunggu
Tapi kepadanya kau pergi

shades jangan di ucap selamat tinggal


Ku mencari, Ku mencari
Apakah salahku
Kau buat ku termenung seorangan
Dalam diri sangsi, Akhirnya begini
Perpisahan tak kuduga

Ku mengerti, Ku fahami
Keputusan diri
Biar saja aku sebegini
Permintaan terakhirku, Jangan kau lafazkan
Simpan saja kata-kata

Jangan diucap selamat tinggal
Jangan kau ucap selamat tinggal
Jangan diucap selamt tinggal
Kepadaku...

Walaupun seketika... Walaupun sekelip mata
Simpan saja kata-kata, Ke akhir hayat yang ada
Walaupun seketika... Walaupun sekelip mata
Simpan saja kata-kata, Ke akhir hayat yang ada

Aryan - Baiduri Cintaku


Engkau Baiduri cintaku
Dari taman nirwana pesona jiwa
Halus bagai sutra indah cahaya
Menyinari Kehidupanku

Berirama cinta
Berlagu gerhana rindu ini
Sejak engkau pergi
Meninggalkan ku

Bulan hilang cahaya pudar jadinya
Bilakan bersinar semula
Cahaya cintaku kasih kau baiduriku
Semogakan tiba masa
Bersinar semula berwarna

Duhai baiduri cintaku
Dengarkanlah keluhanku
Saban waktu ku merindu
Menunggu kehadiranmu
Tidakkah dapat kau rasa
Apa yang ku derita
betapa oh pediahnya
oh... oh... oh...

Pedih Luka Jiwa Merana -Retro


Selamat sejahtera
Padamu kekasih
Moga engkau bahagia

Tiada dayaku menepis kenangan lalu
Jalanan duka kisah cinta kau dan aku
Menangkis iri menanggung siksa
Derita kita berdua

Heningnya malam ini
Bagaikan bertanya
Apa salah dan dosa

Sehingga mimpi kita hangat diperkosa
Hilang kecundang terlarang tiada terbela
Dan airmata kian mencurah
Menanti titis terakhirnya

Pedih luka jiwa merana
Tika saat kita berpisah

Andai mungkin kau tahu
Hancur luruh semangatku
Di ketika itu bagai peniti
Menusuk di hati tanpa simpati

Selamat sejahtera
Pada mu kekasih
Moga engkau 'kan mengerti

Rahsia cinta ini
Biar bersemadi
Ke akhir sejahtera...

Nike Ardilla Mama Ku Ingin Pulang


Mama oh mama
Aku ingin pulang
Ku rindu padamu
Dulu tak mendengar nasihatmu
Mama maafkan anakmu

Mama oh mama
Aku ingin pulang
Ku rindu padamu
Dia yg ku cinta telah berdusta
Kini tinggalkan anakmu

Hidupku kini tiada arti
Bagaikan burung di dalam sangkarnya
Ku ingin bebas dari derita
Mama tolonglah diriku
Dari belenggu cintanya

( korus )
Cincin emas melingkar
Dia berikan dulu
Untuk apa kalau ia tak cinta
Gaun bersulam sutra
Dia berikan dulu
Untuk apa kalau ia tak rindu

Keringlah sudah airmataku
Mama aku ingin pulang

hilang dalam terang search


Fajar menyingsing
Bulan masih mengambang
Dan kita pun berhenti
Di pinggir jalan
Di sinilah keluhan yang membuka mata ku
Dan layu sekuntum mawar
Yang hendak ku berikan pada mu

Mengapa kau membuat ku serba salah
Melayani perasaan
Menolak kebenaran
Setelah aku dilanda gelora
Mabuk asmara
Sedangkan engkau tahu
Kelemahan ku mudah jatuh cinta

Mengapa begini kau akhiri
Dengan menyingkap tabir rahsia
Percintaan kamu berdua
Terjaga mentari
Melenyapkan bulan
Dan mimpi semalam meluncur
Kesunyian sepanjang malam
Ku hilang dalam terang

Melenyapkan bulan
Dan mimpi semalam meluncur
Kesunyian sepanjang malam
Ku hilang dalam terang

Azie Melangkah terpaksa


Untuk apa lagi kita meneruskan 
Andai tiada kemesraan 
Teramat sayang untukku buang 
Namun pahitnya untukku telan 

Suatu masa dulu engkaulah penyeri 
Tetapi kini tiada lagi 
Bukan salah aku putus percintaan 
Kau yang dahulu memulakan 

Keegoan diri tak pernah kau akui 
Hingga ku sering memakan hati 
Jika sekali dua itu tak mengapa 

Masih mampu kupertahankannya 
Berkali ku suarakan sekerasnya kau nafikan 
Bukan salah kata akhir jalan terbaiknya untuk kita oh... oh... 
Walau hati masih sayang,walau hati kan berdarah 
Kuterpaksa melangkah... 

Biarlah aku bertemankan sepi 
Dari tergantung tidak bertali 
Dari tergantung tidak bertali

DEJA MOSS -- Di Mata Mu Aku, Di Jiwa Mu Dia



Terdesak ku lepas kan cinta 
Demi hari esok walaupun ku tahu 
Yang menanti lusuh kesepian 
Apa lah gunanya 
Bertepuk sebelah tangan 
Di mata mu aku 
Di jiwa mu dia

* : 
Aku tahu kau terpaksa cintai ku 
Kau terpaksa sayangi ku 
Dalam pura-pura 
Aku sedar kau lebih mengasihinya 
Kau lebih memerlukannya 
Dalam diam terang

** : 
Berabad ku menangis 
Berkurun ku merindu 
Bersalah ku menunggu 
Tak mungkin ku berpaling lagi 
Diri pulangkan sayu 
Ambil semula cinta 
Buangkan saja setia 
Agar jadi penawar intan di kalbu ku

( Ulang Rangkap * dan ** )
Bahagialah ku sendiri berikan nilai 
Digelapkan langkah ku tanpa janji 
Tanpa tipu daya 
Inilah buktinya asmara ku korbankan 
Kau nyalakan api membakar diri mu

JAMAL ABDILLAH DI SUDUT KAMAR HATIKU

Resah hatiku merinduimu 
Terbayang-bayang anggun senyum dan tawamu 
Baru semalam rasanya bagai setahun 
Pemergianmu tak tertanggung 

Indah suasana tika bersama 
Siang dan malam seolah didalam syurga 
Cintamu itu cinta yang setulus jiwa 
Dimana ku cari gantinya 

Telah ku lupa detik hitam selamanya 
Yang menodai cinta kita 
Tidak terdaya menahan takdirnya 
Engkau abadi didalam dada 

(chorus)
Sepi dunia didalam riuh rendahnya 
Pedih jiwaku tanggung derita 
Patah hatiku kesalan tiada terhingga 
Kau satu dalam berjuta 

Kepada Tuhan tempatku taruh harapan 
Engkau selamanya dalam bahagia 
Cintamu itu biar ku kenanginya 
Di sudut kamar hatiku... 

(bridge)
Sekadar coretan buat kenangan 
Cerita kita di sini ku abadikan 
Tinggi harapan semoga diketemukan 
Dialam impian syurga idaman 
Tinggi harapan semoga diketemukan 
Dialam impian syurga idaman